Musi Banyuasin

Gerakan Ibu PKK Desa Keban I Membuat Keripik Peyek Sebagai Inovasi Desa

409
×

Gerakan Ibu PKK Desa Keban I Membuat Keripik Peyek Sebagai Inovasi Desa

Sebarkan artikel ini

bidikcamera.com, MUBA – TP PKK Desa Keban I Kecamatan Sangga Desa Kabupaten Musi Banyuasin membuat keripik peyek sebagai inovasi desa.

Kegiatan pembuatan keripik ini diketuai oleh ketua TP PKK desa Romiana (Ibu Kades Keban 1), Wakil Ketua Minati, Sekretaris Alsa Julianti, Bendahara Sella Tiara yang terdiri Dari beberapa Anggota : Mira Hartati ,
Komarita, Agustina dan Yanti.

Sering kita jumpai salah satu makanan tradisional keripik peyek kacang tanah dan ragam lainnya, namun kali ini ada perbedaan dan inovasi pada peyek kacang Kupek Ku, Peyek yang biasanya ditemui dengan bentuk seperti hujan, kini diubah menjadi berbentuk lingkaran dan lebih mudah disusun dalam kemasan standing pouch.

Selain itu Peyek Bunder juga punya keunikan lain, jikalau biasanya Keripik Peyek hanya bertopping kacang tanah, kacang hijau hingga ikan teri, Peyek Bunder punya topping yang unik dan menarik.

Peyek memiliki varian topping yang unik salah satunya adalah Peyek Bunder, perpaduan rasanya yang unik dan menarik membuat pelanggan ketagihan untuk terus membeli dengan jumlah yang banyak, menambah cita rasa gurih yang belum pernah ada.

“Ya sebagai wirausaha, kita harus berani menciptakan produk yang berkualitas sebagai Inovasi Desa dan penggerak perekonomian desa,” ungkap Romiana.

Peyek Kupek Ku juga sudah bisa dipesan melalui Online dan juga bisa lagsung datang ke lokasi yang bertepatan di Desa Keban I.

Ketua TP PKK Desa Keban I berharap, “semoga makanan yang bertekstur seperti ini sangat cocok di kalangan anak muda dan kalangan orang tua, tujuan dari dibentuknya anggota ini agar bisa mendukung perekonomian desa dan sebagai motivasi untuk desa lain yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin ini.”

Kepala Desa Keban I Kurnaini berharap, “semoga dengan adanya kegitan ini semoga bisa menunjang perekonomian masyarakat Desa Keban 1 ini dan juga dapat memotivasi desa lainya.” (bc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *