bidikcamera.com, MUBA – Kisruh antara wali murid dengan Kepala Sekolah SD Minamas membuat wali murid kebanyakan enggan menyekolahkan anaknya di SD Minamas, apa lagi asal mulanya siswa bersekolah di SD Negeri Talang Piase Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin yang mau di swasta-kan ke SD Minamas wali murid sangat tidak menerima.
Beberapa wali murid saat menghubungi awak media mengatakan mereka tidak menerima jika anaknya dari SD Negeri akan dipindahkan ke SD swasta, “memang kami berdomisili komplek RJE-PT.GPI namun anak kami sekolah di SD Negeri Talang Piase yang jaraknya lebih kurang 5 Km, sangat disayangkan pihak perusahaan tidak mau menyediakan transportasi untuk anak kami sekolah dari komplek RJE -PT.GPI”.
Saat ditanya kenapa tidak mau sekolah di SD Minamas, mereka menjawab dengan alasan, “anak kami dari dulu sudah bersekolah di SD Negeri Talang Piase, lagi pula kami dengan Kepala Sekolah SD Minamas kurang sejalan”, jelasnya.
Saat awak media mengunjungi SD Minas tidak dapat menemui Kepala Sekolah untuk meminta klarifikasi, namun saat dihubungi salah satu guru dengan kepala sekolah dan disambungkan via telepon dengan awak media karena Kepala Sekolah sedang ada kerjaan di luar, “saya sedang diluar pak ada kerjaan, kalau mau nanya perihal sekolah silahkan tanya sama pimpinan perusahaan karena wewenag pimpinan”, ungkapnya.

Sapriza Manajer PT.GPI saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya ke nomor 081384550XXX untuk menanyakan kondisi siswa dan guru SD Minamas tentang dapodik tidak mendapatkan jawaban.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Talang Piase Jamil S.Pd.SD, saat ditemui awak media mengakui ada siswa SD Negeri Talang Piase yang pindah ke SD Minamas tanpa sepengetahuannya, “ada siswa SD Negeri Talang Piase sudah berpindah ke SD Minamas tanpa sepengetahuan saya dan juga saya pernah mengajukan kepada pihak perusahaan untuk meminjam lokal kelas di SD Minamas untuk siswa SD Negeri Talang Piase menumpang belajar di SD Minamas karena ada siswa SD Negeri Talang Piase yang tempat tinggalnya di komplek GPI 1 (RJE) namun tidak disetujui pihak perusahaan”, ungkapnya.
Dari invertigasi awak media dilokasi SD Minamas jumlah siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 ada 25 siswa yang terdiri dari kelas 1 ada 3 siswa yang satu siswa diduga belum cukup umur atau belum berumur 7 tahun, kelas 2 ada 11 siswa, kelas 3 ada 3 siswa, kelas 4 ada 3 siswa, kelas 5 ada 4 siswa dan kelas 6 ada 1 siswa, guru yang mengajar diduga belum Kompetensi.
Informasi dari wali murid ada 3 orang guru sudah masuk dapodik namun oleh perusahaan sudah berhentikan akan tetapi data dapodiknya diduga masih dipakai oleh kepala sekolah. (bc)



















