bidikcamera.com, MUBA – Kades Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin mengirimkan Kader-Kader desanya untuk mengikuti pelatihan Pengelolaan Pangan dan Gizi dalam rangka Penguatan Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani untuk Pencegahan Stunting dengan penggunaan Dana Desa tahun 2025 yang diikuti sebanyak 20 orang kader yang diselenggarakan di Desa Sukajadi dimulai pada tanggal (13/09/25).
Pelatihan pengolahan pangan dan gizi nabati dan hewani adalah pelatihan yang memberikan pemahaman tentang strategi dan praktik terbaik dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan cukup bagi masyarakat serta meningkatkan ekonomi masyarakat desa untuk pencegahan stunting.
Kegiatan berlangsung dengan narasumber dari dinas PMD, dinas Ketahanan pangan, Dinas TPHP, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UMKM Muba, Polres Muba, Kejari Muba, Inspektorat Muba dan pihak Kecamatan.

Pemerintah Desa Galih Sari dalam tahun Anggara 2025 memprioritaskan program unggulannya dibidang ketahanan pangan nabati dan hewani dengan mengirimkan para kader-kader desanya mengikuti pelatihan yang nantinya dapat diterapkan kepada masyarakat dalam pencegahan stunting, dengan mengadakan pelatihan peningkatan produktivitas hasil pertanian, peternakan bagi kelompok tani dan juga masyarakat umum yang dibiayai dari Anggaran Dana Desa tahun 2025.
Kades Galih Sari Sarji berharap dengan adanya pelatihan dapat mengoptimalisasi peningkatan ketahanan pangan dengan hasil pertanian akan tercapai didesanya.
“Pelatihan ini kami laksanakan agar para kader-kader desa dan masyarakat petani di Desa Galih Sari dapat lebih memahami lagi konsep ketahanan pangan, pertanian serta peternakan, perikanan yang dapat menguntungkan dan meningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Kades.
“Pada kesempatan kegiatan pelatihan ini para narasumber membeberkan konsep-konsep Pedoman ketahanan pangan di desa, program ketahanan pangan merupakan prioritas pembangunan pemerintah pusat, pertanian itu tidak hanya di area pesawahan, akan tetapi lahan pekarangan juga dapat dijadikan lahan kebun yang dapat menghasilkan, dan ini akan sedikit banyak membantu ketahanan pangan bagi masyarakat,” jelas Kades.



















