Jawa Timur

Peserta Bimtek Dari Kab. Muba Gelombang Ke-4 Pelajari Pengelolaan Sabut Kelapa Jadi Daya Guna Ekonomi Dari Pemkot Surabaya

213
×

Peserta Bimtek Dari Kab. Muba Gelombang Ke-4 Pelajari Pengelolaan Sabut Kelapa Jadi Daya Guna Ekonomi Dari Pemkot Surabaya

Sebarkan artikel ini

bidikcamera com – Surabaya, Jatim –Kedatangan Peserta Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolahan Lingkungan Hidup Bersih Bebas Sampah Berdaya Guna Ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin di Kebun Bibit dan Pengelolahan Sampah Wonorejo, Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rangkut Kota Surabaya Gelombang ke-4, terdiri dari Kecamatan Sekayu, Banyung Lincir dan Lalan, (1619/11/21), mendapat pelatihan khusus pengelolahan sabut kelapa menjadi Daya Guna Ekonomi oleh Pemkot Surabaya yang langsung di Komandoi Kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Sekretaris beserta jajarannya.

Dalam Bimtek Pengelolahan Lingkungan Hidup Bersih Bebas Sampah Berdaya Guna Ekonomi peserta gelombang ke-4 ini mendapat pelatihan khusus pengelolaan sabut kelapa dan pengelolahan sampah menjadi kompos oleh Kadis DKRTH dan bimbingan langsung oleh tenaga-tenaga ahli dalam pengelolahan sampah sehingga menjadi Daya Guna Ekonomi, serta pembibitan dan Pembuatan Kompos, Pembuatan gas dari bahan sampah, serta pengembangbiakan Magot.

Pembuatan Kompos Dari Sampah

Kadis DKRTH Kota Surabaya Anna Fajrin Hatin AP. MM meminta peserta BIMTEK Kabupaten Muba, “nanti semua peserta akan bisa belajar dan setiap angkatan akan berganti-ganti apa yang kita paparkan dan apa yang kita ajarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengatakan, “semangat kita dalam menangani sampah, baik sampah yang organik maupun sampah Non organik, terutama sampah sabut kelapa yang menurut informasinya daerah Lalan sebagai penghasil kelapa di Kabupaten Musi Banyuasin, dalam berkreasi menangani sampah tidak perlu dengan biaya yang mahal, seperti sabut kelapa menangani botol plastik, dan sampah dari pasar serta dari rumah tangga semuanya akan menjadi nilai ekonomi, bila kita kelola”.

Kedatangan Peserta Bimtek disambut dengan Antusias

Anna Fejrin meminta kepada pemerintahan kabupaten Muba melalui kepada dinas PMD, para Camat atau Kepala Desa setelah ini jangan berhenti di sini saja dan kelanjutannya agar bisa menghadirkan lagi kader-kadernya ke sini lagi, untuk magang guna belajar lebih serius dan mendalami permasalahan sampah agar jadi nilai ekonomi sebagai sumber penghasilan tambahan.

“Artinya nanti di kirimkan kader-kadernya untuk magang di Surabaya, terutama daerah penghasil kelapa, jadi betul-betul tau dan nantinya menjadi ahli, kalau hari ini hanya belajar sekilas,” ungkapnya.

Lokasi Pembuatan Gas dari Sampah

“Disini ada pembibitan, bibit-bibit tanaman, Pembuatan Kompos, pengelolahaan sabut kelapa menjadi nilai ekonomis, Pengembangbiakan magot, Pembuatan Gas dari hasil olahan sampah, kalau di Surabya semua hasil dari pengelolahan sampah yang telah menjadi nilai ekonomis di berikan kepada warga Surabaya yang memerlukan dan tidak di jual secara gratis, nanti bisa di cek bagai mana cara ilmunya,” lanjutnya.

Pembuatan Kerajinan dari Sabut Kelapa

“Sampahnya pasar, sampah hasil makanan itu bisa di olah, bisa di jadikan kompos dan itu dapat di manfaatkan secara gratis oleh warga Surabaya, jadi ini kami lakukan untuk warga, semangatnya adalah bagai mana kita mengelola sampah dan bagaimana hasil itu bisa di olah dan di manfaatkan oleh warga,” sambungnya.

“Jadi bagaimana kita mengelolah sampah karna sampah ini menjadi masalah nasional, bagaimana bahan bakunya tidak perlu beli, yang ada di mindset kita selama ini bagaimana kalau kita punya usaha itu pasti modal, artinya sampah ini bisa di manfaatkan nanti setelah belajar di Surabaya,” jelasnya.

Lokasi Pembibitan

“Harapan saya nanti semangkin banyak yang di kirim ke Surabaya untuk magang, dan magangnya tidak untuk satu atau dua hari, tapi bisa tiga atau empat bulan. Saya harapkan lagi agar kepala dinas PMD, Camat, Kades di Kabupaten Musi Banyuasin dan kepada seluruh tim paling tidak programnya berkelanjutan dan tidak berhenti di sini saja serta ditindak lanjutkan dengan di kembangkan, dengan mengirimkan yang bisa magang saya yakin apabila sudah kembali ke Musi Banyuasin sudah kembali ke tugas dan melaksanakan tugas-tugas rutin, nah ahlinya ini yang belum ada,” harapnya.

“Saya sudah lapor kepada bapak wali kota rencana saya akan mengundang kader-kader dari Musi banyuasin kalau bisa manggang di Surabaya , seperti kabupaten/ kota lainnya sehingga ilmunya penuh dan kembali lagi ke Musi banyuasin ilmunya dapat dipraktekan di desanya masing-masing,” Saran kadis DKRTH ini.

Peternakan Magot

Sementara itu Kadis PMD Kabupaten Muba H. Richard Chahyadi AP. MSi melalui Sekdis Drs Denny Sukmana M.Si mengatakan, “kami sangat berterimah kasih kepada Walikota Surabaya melalui dinas DKRTH yang telah menjadikan peserta Bimtek Pengelolahan Lingkungan Hidup Bersih Bebas Sampah dari Kabupaten Muba sampai Gelomban ke-4 ini tetap sebagai tamu khusus dan kehormatan, bahkan ada pelatihan yang di khususkan menangani sabut kelapa memang peserta Bimtek ini untuk mendapatkan ilmu dari pengelolahan sampah menjadi Berdaya Guna Ekonomi dari para ahli-ahlinya di Surabaya, seperti yang kami ketahui bahwa di Surabaya ini banyak dari Kabupaten/kota lain bahkan manca negara yang sudah belajar dalam pengelolahan Sampah menjadi berdaya guna ekonomi, dari situlah kami dari kabupaten Muba ingin mengetahui dan belajar secara langsung untuk mendapatkan ilmunya, ungkapnya.

“Dari apa saran kepala dinas DKRTH kota Surabaya untuk meminta para kader-kader kami untuk magang di Surabaya dalam Pengelolahan sampah sehingga menjadi berdaya guna ekonomi, akan kami kordinasikan semaksimal mulai dari kecamatan-kecamatan dan kades-kades di Kabupaten Musi Banyuasin memilih para kader untuk melakukan magang di Surabaya ini,” jelas Sekdis. (bc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *